MENGENAI PROGRAM WARDAH INSPIRING TEACHER, TIDAK DUKUNG LGBT DAN FEMINSIME

Sebagai salah satu brand kecantikan termuka di Indonesia, Wardah, terus berkomitmen menebarkan inspirasi kebaikan. Wardah selalu menggelar program CSR (Corporate Social Responsibility) yang bertajuk Wardah Inspiring Teacher setiap tahunnya. Program ini merupakan program tahunan yang diselenggarakan sejak tahun 2017. Yang mana untuk mengerahkan CSR di bidang pendidikan.

“Program ini merupakan inisiatif kami untuk memberikan apresiasi kepada guru-guru di Indonesia, dalam bentuk pelatihan,” tutur Suci Hendrina. Selaku Public Relations Manager PT. Paragon Teknologi and Inovation.

Karena untuk meningkatkan kualitas pendidikan, salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan meningkatkan kompetensi para guru. Oleh sebab itulah diperlukan pelatihan yang khusus untuk mengasah kemampuan pendidik secara terus menerus. Supaya para pendidik ini bisa melakukan inovasi secara terus menerus dan membantu mencetak SDM (sumber daya manusia) berkualitas.

Di tahun 2019, Wardah Inspiring Teacher diikuti lebih dari 900 rekomendasi guru oleh para murid atau masyarakat. Yang mana diselenggarakan di empat kota besar. Yakni Yogyakarta, Bandung, Jakarta, dan Surabaya. Dari 900 nama rekomendasi tersebut terpilih 200 guru dan mendapatkan pelatihan. Baik secara online atau offline, Wardah mempublikasikan ajakan terbuka ini kepada khalayak ramai. Untuk merekomendasikan guru favorit mereka untuk mengikuti acara ini. Caranya adalah dengan mendaftarkan guru tersebut di situs resmi Wardah dan menuliskan alasan mengapa merekomendasikan guru tersebut. Sebagai syaratnya, guru yang didaftarkan harus memiliki status pengajar aktif dan mengajar di keempat kota penyelenggaraan.

Setelah melewati seleksi, para guru terpilih pada program ini pun akan menjalani pelatihan intensif selama hampir satu tahun. Seperti seminar pelatihan, uji coba kepada murid, pelatihan online, juga peer view yang dilakukan sesama guru. Di tahun 2019, tujuan dari Wardah Inspiring Teacher adalah untuk mengajarkan para guru membuat media pengajaran dengan empati pada siswa.

Mengajak 2 Guru Melihat Bagaimana Sistem Pendidikan Di Selandia Baru

Pihak Wardah tidak hanya memberikan pelatihan di dalam negeri saja. Tetapi juga mengajak dua orang guru terpilih melihat sistem pendidikan di luar negeri, Selandia Baru. Ini dilakukan supaya mereka bisa memberikan gambaran terkait sistem pendidikan di negara maju. Diharapkan setelahnya, kedua guru ini bisa mengimplementasikan dan membagikan pembelajaran yang didapatkan. Yang mana untuk mengembangkan kualitas pendidikan ditempat mengajar.

Anggi Rizka Pustika, 32 tahun, pengajar SD N Bogem 2 Kalasan Sleman Yogyakarta mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan bersama Wardah. Ibu Guru ini mengatakan jika program ini mampu membukakan matanya mengenai empat kunci proses pengembangan guru. Adapun empat kunci tersebut adalah dari segi kemerdekaan, kolaborasi, karier dan kompetensi. Anggi mengungkapkan bahwa dari aspek kemerdekaan ini, dia menjadi mengetahui cara untuk membuat media pengajaran yang membuat anak senang belajar. Dimana syaratnya adalah jika ingin memerdekakan anak, membuat anak senang, maka guru juga harus senang.

Guru lain yang juga mendapatkan kesempatan adalah Dina Marta Aulianingrum, 28 tahun, pengajar di SMK Negeri 1 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. Lewat program Wardah Inspiring Teacher ini dia merasa sudah mendapatkan banyak feedback untuk media ajar dalam bentuk vedio. Baik dari murid atau sesama guru. Juga Dina merasa sudah mendapatkan inspirasi untuk bisa lebih memperhatikan bakat setiap muridnya dari kecil. Menurutnya, Selandia Baru sudah memperhatikan minat murid sejak dini dan membantu mengarahkan lewat sistem yang mumpuni.

Meski merasakan jika sistem di tempatnya mengajar dikatakan jauh dari kualitas pendidikan di Selandia Baru. Namun Dina juga ingin mencoba untuk mengimplementasikan apa yang sudah didapat dari perjalanan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat dengan kami melalui WhatsApp